Pengembangan Sistem Informasi Geografis dan Artificial Intelligence (AI) untuk Identifikasi Wilayah Prioritas Rehabilitasi Lingkungan Pascatambang Studi Kasus: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Isi Artikel Utama

Arief Febridiansyah
Nefra Firdaus
Harri Dolli Hutabarat

Abstrak

Kerusakan lingkungan pascatambang menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, khususnya di wilayah Bangka Belitung yang memiliki aktivitas pertambangan intensif. Dampak lingkungan seperti degradasi lahan, hilangnya vegetasi, erosi, sedimentasi, dan pencemaran air memerlukan strategi rehabilitasi yang adaptif dan berbasis data. Pendekatan konvensional dalam rehabilitasi lingkungan masih memiliki keterbatasan dalam menganalisis pola spasial yang kompleks serta menentukan wilayah prioritas rehabilitasi secara efektif. Oleh karena itu, integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas analisis spasial dan pengambilan keputusan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pendekatan berbasis GeoAI untuk mengidentifikasi wilayah prioritas rehabilitasi lingkungan pascatambang melalui integrasi analisis spasial dan teknik machine learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan memanfaatkan data spasial, citra satelit, indikator lingkungan, serta algoritma machine learning seperti Random Forest dan Support Vector Machine. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan perubahan tutupan lahan, indeks vegetasi, kemiringan lereng, kondisi hidrologi, dan distribusi lubang tambang untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan lingkungan dan prioritas rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi SIG dan AI mampu meningkatkan akurasi, efisiensi, dan kemampuan prediktif analisis spasial dalam menentukan zona prioritas rehabilitasi lingkungan secara lebih adaptif dan berbasis data.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Pengembangan Sistem Informasi Geografis dan Artificial Intelligence (AI) untuk Identifikasi Wilayah Prioritas Rehabilitasi Lingkungan Pascatambang Studi Kasus: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2026). Journal Keamanan Dan Keselamatan Maritim, 1(1). https://www.fkn.unhan.org/jkkm/article/view/50

Referensi

Amiany. (2017). Sistem Informasi Geografis dalam pengambilan keputusan berbasis wilayah. Jurnal Rekayasa Geospasial, 5(2), 45–53.

Anjani, A., Purwanto, M. Y. J., & Sukwika, T. (2022). Kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam dan dampaknya terhadap keberlanjutan pembangunan wilayah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 512–524.

Baihaqi, A., Shidiq, I. P., & Rosid, M. S. (2025). Perubahan tutupan lahan dan kerentanan lingkungan terhadap degradasi ekosistem. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 9(1), 88–101.

Darmawan, A., Setiawan, Y., & Kondoh, H. (2024). Pemanfaatan teknologi geospasial untuk rehabilitasi lingkungan pascatambang. Jurnal Remote Sensing Indonesia, 12(2), 75–89.

Fauzi, A. (2024). GeoAI sebagai pendekatan modern dalam analisis spasial dan pengelolaan lingkungan. Jurnal Geosains Terapan, 7(1), 34–45.

Harahap, S. A., & Anggraiani, R. (2025). Integrasi Artificial Intelligence dalam pengelolaan tata ruang dan lingkungan. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 17(2), 112–123.

Hartanto, B., Kusuma, W. A., & Sitanggang, I. S. (2026). Pemanfaatan machine learning dalam identifikasi prioritas rehabilitasi lingkungan. Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, 15(1), 12–23.

Liu, X., & Biljecki, F. (2022). GeoAI and the development of real-time spatial data analysis. Computers, Environment and Urban Systems, 94, 101784.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.