Smart Coastal City : Pemanfaatan SIG dalam Mitigasi Banjir Rob di Kota Semarang
Main Article Content
Abstract
Fenomena banjir rob merupakan permasalahan lingkungan yang terus meningkat di wilayah pesisir Kota Semarang, seiring dengan tekanan urbanisasi, perubahan tata guna lahan, serta dampak perubahan iklim seperti kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan perencanaan kota yang adaptif dan berkelanjutan, salah satunya melalui konsep smart coastal city yang mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mendukung mitigasi banjir rob berbasis konsep smart coastal city di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang didukung oleh studi literatur, kajian kebijakan, serta analisis konseptual pemanfaatan SIG dalam pengelolaan wilayah pesisir. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana SIG dapat digunakan sebagai alat dalam pemetaan risiko, pengelolaan data spasial, serta pendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi banjir rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi konsep smart coastal city, khususnya dalam menyediakan informasi spasial yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses oleh pemangku kepentingan. Pemanfaatan SIG memungkinkan identifikasi wilayah rawan, perencanaan tata ruang berbasis risiko, serta peningkatan efektivitas koordinasi antar lembaga dalam penanganan banjir rob. Selain itu, integrasi SIG dengan teknologi digital lainnya berpotensi meningkatkan responsivitas dan efisiensi sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir. Dengan demikian, penerapan SIG dalam kerangka smart coastal city dapat menjadi solusi inovatif dalam mengurangi dampak banjir rob secara berkelanjutan di Kota Semarang. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung pembangunan kota yang tangguh, adaptif, dan berbasis teknologi dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
Article Details
Section
How to Cite
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2021. BNPB.
Bibri, S. E., & Krogstie, J. (2017). Smart sustainable cities of the future: An extensive interdisciplinary literature review. Sustainable Cities and Society, 31, 183–212.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Goodchild, M. F. (2007). Citizens as sensors: The world of volunteered geography. GeoJournal, 69(4), 211–221.
Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2015). Geographic Information Systems and Science (4th ed.). Wiley.
Marfai, M. A., & King, L. (2008). Tidal inundation mapping under enhanced land subsidence in Semarang, Central Java Indonesia. Natural Hazards, 44(1), 93–109.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nicholls, R. J., & Cazenave, A. (2010). Sea-level rise and its impact on coastal zones. Science, 328(5985), 1517–1520.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.