Model Batalyon Teritorial Pembangunan untuk Meningkatkan Resiliensi Keamanan Maritim Nasional
Main Article Content
Abstract
Keamanan maritim Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat meningkatnya ancaman multidimensi, seperti Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing), penyelundupan lintas negara, perdagangan manusia, kejahatan siber maritim, serta dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Kondisi tersebut menuntut penguatan sistem pertahanan yang tidak hanya berorientasi pada operasi laut, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah pesisir sebagai garis depan keamanan maritim. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting keamanan maritim Indonesia, mengidentifikasi peran strategis Batalyon Teritorial Pembangunan, serta merumuskan model strategi pembentukannya dalam mendukung keamanan maritim nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintah, serta literatur ilmiah nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki peran strategis dalam memperkuat kehadiran negara di wilayah pesisir melalui pembinaan teritorial, deteksi dini, penguatan Maritime Domain Awareness, pemberdayaan masyarakat, dukungan logistik, dan sinergi antarlembaga. Keunikan penelitian ini terletak pada pengembangan model BTP–Maritime Shield 5M (Mapping, Monitoring, Mobilizing, Mitigating, dan Maritime Empowering) yang mengintegrasikan pertahanan wilayah, teknologi digital, sistem informasi maritim, serta pemberdayaan masyarakat pesisir dalam satu kerangka keamanan maritim yang adaptif dan berkelanjutan. Model ini merupakan pendekatan konseptual baru yang memperluas fungsi Batalyon Teritorial Pembangunan tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan darat, tetapi juga sebagai force multiplier dalam membangun resiliensi keamanan maritim nasional melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan whole of government serta whole of nation.
Article Details
Section
How to Cite
References
Badan Informasi Geospasial. (2023). Informasi geospasial wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cibinong: BIG.
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia. (2024). Laporan tahunan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Bakamla RI.
Bateman, S. (2019). Maritime security governance in the Indo-Pacific. Singapore: RSIS.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Bueger, C. (2015). What is maritime security? Marine Policy, 53, 159–164.
Bueger, C., & Edmunds, T. (2024). Understanding Maritime Security. Oxford: Oxford University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Food and Agriculture Organization. (2024). The State of World Fisheries and Aquaculture 2024. Rome: FAO.
International Maritime Organization. (2023). Maritime security and facilitation. London: IMO.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2024). Laporan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2024. Jakarta: KKP RI.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2023). Buku Putih Pertahanan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertahanan RI.
OECD. (2020). The Governance of Critical Risks. Paris: OECD Publishing.
Till, G. (2018). Seapower: A Guide for the Twenty-First Century (4th ed.). London: Routledge.
United Nations Conference on Trade and Development. (2024). Review of Maritime Transport 2024. Geneva: United Nations. (UNIDIR → Building a more secure world.)
United Nations Convention on the Law of the Sea. (1982). United Nations Convention on the Law of the Sea. Montego Bay: United Nations. (International Maritime Organization)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
World Bank. (2023). Connecting to Compete 2023: Trade Logistics in the Global Economy. Washington, DC: World Bank.
Bueger, C. (2024). Securing the Seas: Maritime Security Governance. Geneva: United Nations Institute for Disarmament Research (UNIDIR). (UNIDIR → Building a more secure world.)