Kolaborasi Kodam IV/Diponegoro dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Penguatan Keamanan Maritim melalui Pendekatan Multisektoral
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis kolaborasi antara Kodam IV/Diponegoro dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penguatan keamanan maritim melalui pendekatan multisektoral. Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam pembangunan maritim nasional dengan garis pantai sepanjang 971,52 km, 33 pulau kecil, serta potensi besar pada sektor perikanan, pelabuhan, dan pariwisata bahari. Namun, wilayah ini juga menghadapi berbagai tantangan seperti abrasi, banjir rob, Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing), konflik pemanfaatan ruang laut, serta kerentanan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan kajian literatur. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan collaborative governance untuk melihat sinergi antaraktor dalam pengelolaan keamanan maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara Kodam IV/Diponegoro dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berperan penting dalam deteksi dini ancaman, mitigasi bencana pesisir, perlindungan sumber daya laut, resolusi konflik sosial, dan peningkatan literasi keamanan maritim masyarakat pesisir. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berperan dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi pembangunan, sedangkan Kodam IV/Diponegoro mendukung melalui pembinaan teritorial, komunikasi sosial, deteksi dini, dan operasi kemanusiaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan multisektoral berbasis collaborative governance menjadi strategi penting dalam mewujudkan keamanan maritim dan ketahanan wilayah pesisir yang berkelanjutan di Jawa Tengah.