Sinergi Berlapis Keamanan Maritim Semarang: Integrasi Digital Sea Lane, Infrastruktur Giant Sea Wall, Dan Evaluasi Peran Navigasi Dalam Perspektif Matriks Cristian Bueger

Main Article Content

Fathurrahman
Mochammad Zulham Adhi Syahputra Akta
Olyvia Rizka
Lukman Yudho Prakoso

Abstract

Keamanan maritim di kawasan Semarang menghadapi tantangan yang tidak lagi bisa dipahami dari satu sudut pandang. Di satu sisi, Pelabuhan Tanjung Emas beroperasi sebagai simpul logistik utama Jawa Tengah yang rentan terhadap ancaman asimetris melalui jalur kepabeanan. Di sisi lain, koridor pesisir Semarang–Demak–Kendal menanggung beban abrasi dan penurunan muka tanah yang mengancam ketahanan pangan perikanan sekaligus keselamatan nelayan. Sementara itu, data insiden kapal di perairan Jawa Tengah menunjukkan lonjakan dari 15 kasus pada 2024 menjadi 38 kasus pada 2025 sebuah indikator bahwa fungsi navigasi belum bekerja optimal. Penelitian ini menganalisis ketiga fenomena tersebut secara integratif dalam satu kerangka analisis: matriks keamanan maritim Cristian Bueger (2015), yang mencakup empat dimensi marine safety, blue economy, seapower, dan resilience. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi pustaka, data dikumpulkan dari hasil kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Program Studi Keamanan Maritim Universitas Pertahanan RI ke Bea Cukai Tanjung Emas, Distrik Navigasi Tanjung Emas, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah pada 20 Mei 2026. Temuan menunjukkan bahwa efektivitas keamanan maritim Semarang tidak bisa ditopang oleh satu instrumen tunggal. Sea Lane Synergy (SLS) melalui CEISA 4.0 terbukti mampu memitigasi ancaman asimetris kepabeanan, tetapi mengandung kelemahan inheren terhadap manipulasi dokumen yang terstruktur. Giant Sea Wall (GSW) relevan sebagai instrumen perlindungan pesisir, tetapi membutuhkan integrasi ekosistem dan jaminan akses nelayan agar tidak menjadi maladaptasi. Distrik Navigasi Tanjung Emas menunjukkan performance gap berat pada pemeliharaan SBNP dan telekomunikasi pelayaran. Penelitian ini mengusulkan model "Perisai Maritim" berbasis sinergi tiga lapisan yang belum pernah dianalisis secara integratif dalam satu artikel—sebuah kontribusi novel terhadap literatur keamanan maritim regional Indonesia.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Sinergi Berlapis Keamanan Maritim Semarang: Integrasi Digital Sea Lane, Infrastruktur Giant Sea Wall, Dan Evaluasi Peran Navigasi Dalam Perspektif Matriks Cristian Bueger. (2026). Journal Keamanan Dan Keselamatan Maritim, 1(2), 85-101. https://www.fkn.unhan.org/jkkm/article/view/92

References

Aditiya, A., & Ito, T. (2023). Present-day land subsidence over Semarang revealed by time series InSAR new small baseline subset technique. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 125, 103579. https://doi.org/10.1016/j.jag.2023.103579

Bueger, C. (2015). What is maritime security? Marine Policy, 53(C), 159–164. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2014.12.005

Bueger, C., & Edmunds, T. (2017). Beyond seablindness. A new agenda for maritime security studies. International Affairs, 93(6), 1293–1311. https://doi.org/10.1093/ia/iix174

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Garschagen, M., Surtiari, G. A. K., & Harb, M. (2018). Is Jakarta’s New Flood Risk Reduction Strategy Transformational? Sustainability, 10(8), 2934. https://doi.org/10.3390/su10082934

Huda, S., Rahayu, T., & Firdaus, M. I. (2025). Evaluating the Implementation of Modern Navigation Systems to Improve Maritime Safety in Indonesia. International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, 10(4), 1361–1367. https://doi.org/10.12962/j25481479.v10i4

Keamanan Maritim. (2026, Mei). Notulensi Hasil Audiensi dan Kunjungan Dengan Bea Cukai (KPPBC) TMP Tanjung Emas Semarang [Notulensi Hasil Audiensi]. Program Studi Keamanan Maritim, Universitas Pertahanan RI.

KPPBC TMP Tanjung Emas, Hadziq, K., & Rozi, F. (2026, Mei). Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri Universitas Pertahanan RI. Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri Universitas Pertahanan RI, Tanjung Emas, Semarang.

Nurdin, S., & Setiawan, A. P. (2023). Penegakan hukum kepabeanan dalam perspektif keamanan nasional: Antara kelancaran arus barang dan imperasi keamanan. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 13(2), 143–162.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 185/PMK.04/2022 Tahun 2022 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor, 185/PMK.04/2022 23 (2023). https://peraturan.bpk.go.id/Details/233932/pmk-no-185pmk042022

Pramono, S., & Hartanto, B. (2024). Dampak digitalisasi kepabeanan terhadap dwelling time dan kepuasan pengguna jasa: Bukti empiris dari pelabuhan Indonesia. Jurnal Transportasi dan Logistik, 6(1), 34–52.

Rahmawati, N., & Pratama, D. (2023). Ancaman asimetris dalam keamanan maritim Indonesia: Jalur laut sebagai medium kejahatan transnasional. Indonesian Journal of International Relations, 7(1), 115–136.

Susilo, S., Salman, R., Hermawan, W., Widyaningrum, R., Wibowo, S. T., Lumban-Gaol, Y. A., Meilano, I., & Yun, S.-H. (2023). GNSS land subsidence observations along the northern coastline of Java, Indonesia. Scientific Data, 10(1), 421. https://doi.org/10.1038/s41597-023-02274-0

Sutton-Grier, A. E., Wowk, K., & Bamford, H. (2015). Future of our coasts: The potential for natural and hybrid infrastructure to enhance the resilience of our coastal communities, economies and ecosystems. Environmental Science & Policy, 51, 137–148. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2015.04.006

Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan, 17 60 (2006).

UNDP, U. N. D. P. (1994). Human development report 1994. Oxford University Press for UNDP. https://digitallibrary.un.org/record/240220

Wahyudi, P., & Suseno, T. (2023). Implementasi manajemen risiko berbasis profiling dalam pengawasan kepabeanan: Korelasi ketepatan profil risiko dengan tingkat deteksi pelanggaran. Jurnal Administrasi Publik, 15(1), 45–67.

WCO, W. C. O. (2022). Anti-Corruption & Integrity Promotion (A-CIP) Programme for Customs. World Customs Organization. https://www.wcoomd.org/-/media/wco/public/global/pdf/topics/capacity-building/activities-and-programmes/cooperation-programme/acip/acip-annual-report-march-2022-en.pdf?la=es-ES

Wibowo, A. (2024). National Logistic Ecosystem (NLE) sebagai instrumen transparansi rantai pasokan: Implikasi terhadap pencegahan penyelundupan di pelabuhan Indonesia. Jurnal Logistik dan Transportasi Indonesia, 8(2), 112–130.

Yin Robert, K. (2017). Case study research and applications: Design and methods. Epub Ahead of Print.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.